CHAPTER 9 : HAMZAH BIN ABDUL MUTHOLIB

🌟 Halo Sahabat Habi! 🌟

Di Chapter kali ini kita kenalan dengan sosok hebat: Bilal bin Rabah ✨

Hamzah bin Abdul Muthalib (bahasa Arab: حمزه بن عبد المطلب; meninggal 3 H) adalah sahabat, paman, sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW. Hamzah memiliki julukan “Singa Allah” (أسد الله asadullah) karena kepahlawanannya saat membela Islam.[1]

Hamzah lahir diperkirakan hampir bersamaan dengan Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan anak dari Sayyidina Abdul-Muththalib dan Haulah binti Wuhaib dari Bani Zuhrah. Menurut riwayat, pernikahan Abdul-Muththalib dan Sayyidina Abdullah bin Abdul-Muththalib terjadi bersamaan waktunya, dan ibu dari Nabi, Sayyidah Aminah binti Wahab, adalah saudara sepupu dari Haulah binti Wuhaib. Sayyidina Hamzah mempunyai otak yang cerdas dan pendirian yang kuat, beliau termasuk tokoh Quraisy yang disegani.

Beliau memeluk Islam pada tahun keenam kenabian (tahun 7 sebelum hijrah). Ia ikut hijrah bersama Nabi Muhammad SAW dan ikut dalam perang Badar. Nabi Muhammad SAW menjulukinya “Asadullah” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada” kematian Hamzah ini pun sangat membuat Nabi Muhammad SAW sangat sangat terpukul dan menangis sejadi jadinya. Nabi Muhammad SAW sangat meratapi kematian Hamzah hingga menimbulkan kecemburuan dari Allah. Allah kemudian menyampaikan Firmannya ” wahai muhammad, janganlah kamu meratapi kematian seseorang karena aku lebih mengetahui sesuatu hal daripada kamu,janganlah sampai cintamu pada manusia melebihi cintamu kepadaku karena sesungguhnya cintamu hanya milikku”. Firman Allah ini dicatat oleh imam syafii dalam kitabnya.

Keistimewaan Hamzah bin Abdul Muthalib

Berikut adalah di antara keistimewaan Hamzah bin Abdul Muthalib:

  1. Kuat dan pemberani melawan orang pagan Quraisy demi membela Nabi Muhammad SAW, yang juga keponakannya. Dikisahkan, suatu ketika, yang mana pada saat itu Hamzah sudah tertarik dengan Islam, namun belum menyatakan keislamannya kepada Rosulallah dan kepada publik. Ketika beliau akan tawaf, tiba-tiba ada yang melaporkan kepadanya, bahwa keponakannya, Nabi Muhammad SAW, dihina dan dimaki-maki dan disakiti oleh Abu Jahal, salah seorang pentolan pagan Quraisy, Maka marahlah hamzah, kemudian mencari dimana keberadaan Abu jahal. Ketika sudah menemukan Abu Jahal, beliau langsung mendekat dan memukul kepala abu jahal dengan busurnya hingga berdarah. Dan dibentakklah Abu jahal, “Mengapa kamu cela dan maki Muhammad, padahal aku telah menganut agamanya dan mengatakan apa yang dikatakannya? ulangilah makianmu itu kepadaku jika kamu berani?” Abu Jahal pun hanya diam, terkaget setengah mati karena ternyata Hamzah sudah masuk Islam, dan dia juga tahu Hamzah adalah Jagoannya Quraisy.[2]
  2. Mendapat julukan “Singa Allah dan Singa Rosul-Nya” dari Muhammad. Hal ini karena kekuatan dan keberanian beliau dalam membela Agama Allah.[2]
  3. Dipilih Nabi Muhammad SAWmenjadi panglima dalam peperangaan yang tanpa disertai Nabi Muhammad SAW.[2]
  4. Syahid pada Perang Uhud. Beliau dibunuh oleh Wahsyi, budak suruhan Hindun binti Utbah karena telah kehilangan Ayahpamansaudara dan putranya yang dibunuh oleh Sayyidina Hamzah pada perang Badar.[2]
  5. Penghormatan atas gugurnya beliau yang sangat kejam, menyebabkan turunnya wahyu dari Allah. Hamzah tidak hanya gugur di perang Uhud, namun badannya juga dicabik-cabik, dan hatinya diambil oleh Hindun dan dikunyah-kunya hatinya untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Muhammad yang melihat apa yang terjadi pada pamannya tersebut, menjadi sangat marah dan berkata, “Sekiranya aku diberi kemenangan oleh Allah disalah satu medan pertempuran dengan orang Quraisy, niscaya kucabik-cabik tubuh tiga puluh orang laki-laki di antara mereka”. Maka Allah pun menurunkan ayat: Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesaharanmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka, dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS An-Nahl: 126-128)[2]
  6. Disholatkan Nabi Muhammad SAWsebanyak 70 kali. Semua sahabat yang gugur pada perang Uhud disholatkan satu persatu. Setiap sahabat yang gugur dibaringkan didekat jenazah Hamzah, kemudian disholatkan oleh Muhammad bersama para sahabat. sahabat yang sahid itupun diangkat, sedangkan jenazah Hamzah tetap dibiarkan. kemudian didatangkan lagi jenazah sahabat lain didekat Hamzah, kemudian disholatkan. Begitu seterusnya hingga semua sahabat yang syahid disholatkan. Sedangkan Hamzah ikut disholatkan bersama masing-masing dari sahabat yang gugur sebanyak 70 orang.[2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *