CHAPTER 8 : ZAID BIN HARITSAH

🌟 Halo Sahabat Habi! 🌟

Di Chapter 8 kali ini, kita kenalan dengan sosok sahabat istimewa: Zaid bin Haritsah ✨

Zaid dikenal punya sifat tegas dan pemberani, juga cerdas serta pemimpin yang berwibawa dalam perang ⚔. Rasulullah ﷺ memberi beliau gelar Al-Hubb yang artinya “yang disayangi”, karena Zaid punya hati yang besar dan akhlak yang mulia 💖.

Beliau bukan hanya sahabat, tapi juga pelayan Nabi yang setia, selalu mendampingi dan berjuang bersama Rasulullah ﷺ 🙌.

Zaid bin Haritsah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi pemeluk Islam paling awal dari bekas budak, yang diadopsi oleh Nabi dan kemudian ia dikenal sebagai “anak angkat” beliau. Dikenal karena loyalitas, keberanian, dan kepemimpinan, Zaid adalah satu-satunya sahabat yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an. Ia gugur sebagai panglima pertama dalam Perang Mu’tah, menunjukkan kesetiaannya hingga akhir hayatnya. 

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

  • Asal-usul:Zaid bin Haritsah berasal dari kabilah Bani Ma’n yang kemudian diculik dan dijual sebagai budak di pasar ‘Ukadz. 
  • Adopsi oleh Nabi:Hakim bin Hizam membeli Zaid dan menghadiahkannya kepada bibinya, Khadijah, yang kemudian menghadiahkan Zaid kepada Rasulullah. Nabi Muhammad kemudian memerdekakannya dan mengangkatnya sebagai anak. 
  • Memeluk Islam:Zaid bin Haritsah adalah salah satu orang pertama yang memeluk agama Islam, setelah Siti Khadijah, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar. 
  • Perubahan Nama:Atas perintah Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 5 dan 37, Zaid kembali menggunakan nama aslinya, Zaid bin Haritsah, bukan Zaid bin Muhammad. 

Peran dan Keutamaan

  • Sahabat Setia dan Loyal:Zaid sangat disayangi Nabi Muhammad SAW karena loyalitas, kebesaran jiwa, dan kemurnian hati, lidah, dan tangannya. 
  • Panglima Perang:Ia dipercaya untuk memimpin pasukan dalam banyak pertempuran, termasuk Perang Uhud dan Perang Mu’tah. 
  • Satu-satunya dalam Al-Qur’an:Zaid bin Haritsah adalah satu-satunya sahabat Nabi yang namanya disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an. 
  • Keberanian di Medan Perang:Zaid terbukti sebagai prajurit yang tangguh dan berani. Ia juga bertindak sebagai tameng Nabi dalam Perang Uhud. 

Kematian dalam Perang Mu’tah

  • Memimpin Pasukan:Nabi Muhammad SAW menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima pertama dalam Perang Mu’tah melawan pasukan Kekaisaran Romawi Timur. 
  • Syahid:Zaid gugur dalam perang tersebut setelah tertombak musuh, dengan gagah berani mempersembahkan nyawanya demi membela agama Islam. 

Pelajaran yang bisa kita ambil dari Zaid adalah:
👉 Jadi pemberani dalam membela kebenaran.
👉 Pemimpin sejati itu lahir dari akhlak yang baik dan hati yang besar. ✨

Keren banget kan, Sahabat Habi? Yuk, kita tiru keteladanan Zaid bin Haritsah supaya jadi anak yang berani, cerdas, dan punya hati mulia 🤲💪.

Sampai jumpa di chapter berikutnya! 🤗

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *